BELAJAR
IKHLAS
Terinspirasi setelah mendengar salah
satu acara ceramah di TV, yang menyatakan bahwa “Sampaikanlah kebaikan yang
kamu ketahui, sekalipun kamu tidak selalu dapat mengerjakannya, karena dari
sanalah akan kamu dapat pahala-pahala kecil jika mereka melakukan apa yang kau beritahukan.”
Pada kesempatam ini aku ingin
menceritakan pengalaman seputar rezeki. Dulu waktu SMA kelas XII sekolahku
mendapatkan kehormatan atas kunjungan Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia.
Aku menjadi panitia acara tersebut dan perwakilan sekolah untuk mengikuti acara
tersebut. Mempunyai kesempatan bertanya dan berbicara langsung. Saat itu banyak
sponsor yang mendanai acara tersebut, sekolah kami mendapatkan beberapa
bantuan, dan salah satunya bantuan beasiswa dari salah satu bank sebesar 4.500.000,-
untuk 3 siswa. Salah satunya aku, senangnya bukan main, bersyukur, dan kaget
menjadi satu dalam perasaan. Satu minggu aku menunggu, uang 1.500.000,00 tak
ada kabar. Tepat dihari kesepuluh, aku dipanggil ke kantor guru, salah seoarang
guru kesiswaan menyampaikan bahwa apakah kami bersedia beasiswa dari salah satu
Bank tersebut dibatalkan, karena sudah banyaknya sekolah kami sebagai tuan
rumah menerima bantuan-bantuan. Sehingga beasiswa tersebut akan diberikan
kepada siswa-siswi salah satu SMP di Banjarmasin juga. Lantas kamipun bersedia,
karena sekolah berjanji akan menggantikan dengan uang sebesar 500.000,-. Sekalipun
kecewa, karena harapan dapat uang 1.500.000,- menjadi 500.000,- saja. Khususnya
saya tetap bersyukur, karena 500.000,- pun juga uang yang besar bagi saya saat
itu. Bagi saya mungkin inilah rezeki saya.
Kata guru saya “Percayalah kebaikan
yang kau tanam saat ini, akan kau petik buahnya kelak, bahkan sangat manis”.
Saat itu perkataan guru saya itu saya anggap hanya sekedar perkataan biasa. Setahun,
dua tahun, tiga tahun, perkataan guru itu kembali teringat. Baru saya sadari
perkataan tersebut sudah terbukti, karena alhamdulillah semenjak semester
pertama saya mendapatkan beasiswa sebesar 6.000.000,- persemester selama
delapan semester. Nah, berapa kali lipatkan dibandingkan kerelaan saya
melepasakan uang 1.000.000,- dulu. Alhamdulillah. . .
Jadi, ketika harapan yang kau
harapkan tidak terwujud, jangan bersedih apalagi marah-marah. Kembalikan kepada
Yang Maha Kuasa karena beliau lebih tau apa yang terbaik untuk kita.