Minggu, 24 Maret 2013


BELAJAR IKHLAS
            Terinspirasi setelah mendengar salah satu acara ceramah di TV, yang menyatakan bahwa “Sampaikanlah kebaikan yang kamu ketahui, sekalipun kamu tidak selalu dapat mengerjakannya, karena dari sanalah akan kamu dapat pahala-pahala kecil jika mereka melakukan apa yang kau beritahukan.”
            Pada kesempatam ini aku ingin menceritakan pengalaman seputar rezeki. Dulu waktu SMA kelas XII sekolahku mendapatkan kehormatan atas kunjungan Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia. Aku menjadi panitia acara tersebut dan perwakilan sekolah untuk mengikuti acara tersebut. Mempunyai kesempatan bertanya dan berbicara langsung. Saat itu banyak sponsor yang mendanai acara tersebut, sekolah kami mendapatkan beberapa bantuan, dan salah satunya bantuan beasiswa dari salah satu bank sebesar 4.500.000,- untuk 3 siswa. Salah satunya aku, senangnya bukan main, bersyukur, dan kaget menjadi satu dalam perasaan. Satu minggu aku menunggu, uang 1.500.000,00 tak ada kabar. Tepat dihari kesepuluh, aku dipanggil ke kantor guru, salah seoarang guru kesiswaan menyampaikan bahwa apakah kami bersedia beasiswa dari salah satu Bank tersebut dibatalkan, karena sudah banyaknya sekolah kami sebagai tuan rumah menerima bantuan-bantuan. Sehingga beasiswa tersebut akan diberikan kepada siswa-siswi salah satu SMP di Banjarmasin juga. Lantas kamipun bersedia, karena sekolah berjanji akan menggantikan dengan uang sebesar 500.000,-. Sekalipun kecewa, karena harapan dapat uang 1.500.000,- menjadi 500.000,- saja. Khususnya saya tetap bersyukur, karena 500.000,- pun juga uang yang besar bagi saya saat itu. Bagi saya mungkin inilah rezeki saya.
            Kata guru saya “Percayalah kebaikan yang kau tanam saat ini, akan kau petik buahnya kelak, bahkan sangat manis”. Saat itu perkataan guru saya itu saya anggap hanya sekedar perkataan biasa. Setahun, dua tahun, tiga tahun, perkataan guru itu kembali teringat. Baru saya sadari perkataan tersebut sudah terbukti, karena alhamdulillah semenjak semester pertama saya mendapatkan beasiswa sebesar 6.000.000,- persemester selama delapan semester. Nah, berapa kali lipatkan dibandingkan kerelaan saya melepasakan uang 1.000.000,- dulu. Alhamdulillah. . .
            Jadi, ketika harapan yang kau harapkan tidak terwujud, jangan bersedih apalagi marah-marah. Kembalikan kepada Yang Maha Kuasa karena beliau lebih tau apa yang terbaik untuk kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar